Takengon 27 Maretr 2015
Batu Nefrit dengan motif antiq pemilik Bapak Hari Takengon.
Batu penggemar giok disini anda ditantang imajinasi anda menterjemahkan wajah-wajah antiq dalam pesan motif yang kelas.
Bagi kolektor Giok silahkan hubungi sang pemilik dengan kontak person secara pribadi.
Budaya Kita Nusantara adi luhung dari maha karya leluhur suara Nusantara akan memanggil kita semua untuk mencintainya, memilikinya, sebagai pewaris yang sejati RAHAYU
Kamis, 26 Maret 2015
Rabu, 25 Maret 2015
SERUAN PEMUDA GAYO ANTI NARKOBA
TAKENGON, 22 Maret 20015.
Generasi Muda Aset Bangsa Jangan Hancur Karena Narkoba. Kepedulian Pelajar SMA / MA dan SMP / MTs Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah dengan tekad bulat menyatakan ANTI NARKOBA. Seruan ini dimotori oleh Saudara Fajrika ( Purna Paskibraka Nasional 2012, Pengibar Sang Saka Merah Putih di Istana Negara ).
Bukan saja dukungan dari pelajar saja melainkan dari Remaja Masjid Agung RUHAMA Takengon turut mensupport Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah. Disela-sela kegiatan tersebut juga ada kegiatan penggalangan dana untuk PESTA AMAL untuk anak YATIM PIATU di kedua Kabupaten tersebut.
Fajrika mengajak segenap pelajar dan pengurus OSIS untuk menyampaikan pesan "Generasi Muda Aset Bangsa Jangan Hancur Karena Narkoba" disekolah-sekolah dan Masjid. Dukungan dan harapan dari Fajrika adalah meyakinkan bagi adik-adiknya untuk benar-benar menjauhi Narkoba dalam bentuk apapun. "Jangan sampai anak muda dan pelajar coba-coba barang haram tersebut, sudah banyak contoh betapa banyak saudara-saudara kita yang gagal dalam perjalanannya menggapai cita-citanya. Kita bentengi diri kita dengan bertaqwa kepada Allah SWT dengan tekun", ajakan Fajrika sebelum membagi tugas menggalang dana di Kota Takengon yang di pusatkan di GOS (Gedung Olah Raga dan Seni) Takengon. (Subroto Suratman).
Generasi Muda Aset Bangsa Jangan Hancur Karena Narkoba. Kepedulian Pelajar SMA / MA dan SMP / MTs Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah dengan tekad bulat menyatakan ANTI NARKOBA. Seruan ini dimotori oleh Saudara Fajrika ( Purna Paskibraka Nasional 2012, Pengibar Sang Saka Merah Putih di Istana Negara ).
Bukan saja dukungan dari pelajar saja melainkan dari Remaja Masjid Agung RUHAMA Takengon turut mensupport Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah. Disela-sela kegiatan tersebut juga ada kegiatan penggalangan dana untuk PESTA AMAL untuk anak YATIM PIATU di kedua Kabupaten tersebut.
Fajrika mengajak segenap pelajar dan pengurus OSIS untuk menyampaikan pesan "Generasi Muda Aset Bangsa Jangan Hancur Karena Narkoba" disekolah-sekolah dan Masjid. Dukungan dan harapan dari Fajrika adalah meyakinkan bagi adik-adiknya untuk benar-benar menjauhi Narkoba dalam bentuk apapun. "Jangan sampai anak muda dan pelajar coba-coba barang haram tersebut, sudah banyak contoh betapa banyak saudara-saudara kita yang gagal dalam perjalanannya menggapai cita-citanya. Kita bentengi diri kita dengan bertaqwa kepada Allah SWT dengan tekun", ajakan Fajrika sebelum membagi tugas menggalang dana di Kota Takengon yang di pusatkan di GOS (Gedung Olah Raga dan Seni) Takengon. (Subroto Suratman).
Minggu, 22 Maret 2015
Anggota Paskibraka Nasional 2012, Fajrika berhenti kuliah demi kuliah sang adik.
Widya Utari Lingga penulis Novel MERAH PUNCE mahasiswi
Fakultas Seni dan Sastra UNIMED adalah adik kandung Fajrika anggota Paskibraka Nasional (pengibar) pada HUT RI ke 67 di Istana Negara. Untuk almarhum ibundanya
yang meninggal saat-saat karantina di JakartaWidya menulis novel untuk mengisahkan sang kakak yang membawa nama harum Tanah Gayo dan Bangsa sekalipun Ibundanya telah berpulang dan tidak melihat detik-detik sang puteranya menjalankas tugas.
Fajrika harus berhenti kuliah di Politeknik Aceh-Banda Aceh untuk mencari biaya kuliah Widya dengan menjual Novel kisahnya. Fajrika tetap gigih dan tidak merasa minder sekalipun segudang prestasi telah diraihnya baik sebagai Duta Batik Nasional 2014, Ketua OSIS SMA terbaik se Prov. NAD 2011.
Saat ini kegiatan Fajrika sedang berlatih keras untuk mewujudkan cita-citanya sebagai Taruna Akademi-TNI seleksi tahun 2015. Sebagai doa dan perjuangan Fajrika dengan jiwanya yang patut di teladani anak muda Indonesia. Kecintaanya menjadi bagian dari TNI semakin menggebu saat mengikuti Bela Bangsa di Kodam II Sriwijaya dan sekali lagi sebagai peserta terbaik. ( Takengon 22/03/2015)
Sabtu, 21 Maret 2015
Melestarikan dan menggali Budaya Nusantara yang terancam
Kehidupan leluhur kita telah melahirkan seni dan budaya yang memiliki makna, kebajikan dan keindahan. Tinggal kesanggupan kita untuk melestarikannya sebagai warisan yang tak ternilai harganya.
Papua
Masih menyimpan nilai-nilai kehidupan yang penuh kearifan dan kebersamaan yang luar biasa.
Masih kita temukan kekerabatan yang sangat tinggi yang terikat dengan harga diri yang sejati.
Sekalipun dalam rimba dan pantai keluhuran budi pekerti terwujud dalam setiab tingkah laku yang bersahabat penuh makna.
Menjelajahi Papua kita akan terkesan dengan Budaya yang terlahir dari kearifan dan kebijaksanaan.
Tarian, anyaman, ukiran, senjata dan istananya terbentuk dari mahakarya imajinasi alami tanpa kekosongan ide dan seni.
Seindah Cenderawasih, semegah Jayawijaya dan sekaya alamnya kita hanya terkagum-kagum akan kemurahan Tuhan yang dikenalnya dengan jujur dan mulia. Salam budaya nusantara.
Langganan:
Komentar (Atom)


